Artikel

Anda bisa membaca dan jika ingin copy dipersilahkan

Keutamaan Ilmu atas Harta

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Mifthau Daris Sa’adah menguraikan empat puluh keutamaan ilmu dibandingkan harta. Kami akan menyebutkan sebagiannya secara ringkas:

  • Ilmu adalah warisan para nabi,sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.
  • Ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus dijaga oleh pemiliknya.
  • Harta akan habis jika diinfakkan(dibelanjakan), sementara ilmu semakin bertambah jika diinfakkan.
  • Pemilik harta akan meninggalkan hartanya jika mati, sedangkan ilmu akan dibawa hingga kealam kubur.
  • Ilmu bisa mengatur harta, sedangkan harta tidak bisa mengatur ilmu.
  • Ilmu dibutuhkan oleh para raja dan lainnya, sedangkan harta dibutuhkan orang-orang miskin dan yang membutuhkan.
  • Harta bisa dimiliki oleh orang mukmin atau kafir, baik atau buruk. Sementara ilmu yang bermanfaat hanya bisa dimiliki oleh orang mukmin.
  • Jiwa menjadi bersih karena banyaknya ilmu dan mulai karena memperoleh ilmu. Adapun harta tidak bisa membersihkan jiwa dan menyempurnakannya. Bahkan jiwa akan terus merasa kurang, kikir, bakhil dan rakus karenya banyaknya harta.Keutamaan seseorang terhadap ilmu adalah inti dari kesempurnaanya. Ketamakanya terhadap harta adalah inti dari kekurangannya.
  • Harta selalu mengajak pada kezaliman dan kesombongan, sedangkan ilmu mengajak tawadhu dan pelaksanaan ibadah yang benar.
  • Cinta ilmu dan mencarinya adalah pokok dari segala ketaatan, sedangkan cinta harta dan mencarinya adalah pokok dari segala kejelekan.
  • Ketaatan kepada Allah hanya dapat diperoleh dengan ilmu, sedangkan mayoritas orang yang durhakan kepada Allah disebabkan oleh harta.
  • Pemilik harta dipuji ketika ia mengeluarkan hartanya, sedangkan pemilik ilmu dipuji karena ilmu dan sifat yang menghiasinya.
  • Orang yang kaya harta, kekayaanya pasti akan ia tinggalakan, sera merasa sakit dan sedih karena berpisah dengannya. Adapun orang yang kaya ilmu, kekayaan akan abadi serta tidak menyebabkan sakit dan sedih. Jika demikian, kekayaan harta adalah kenikmatan semua yang mengakibatkan rasa sakit. Sementara kenikmatan ilmu adalah kenikmatan abadi yang tidak diiringi rasa sakit.

Perkataan Ali r.a, ” Cinta ilmu – atau orang yang berilmu- adalah hutang yang dipinjamkan,” artinya ilmu adalah harta pusaka para nabi dan ulama ialah pewaris mereka. Selain itu, cinta ilmu menuntut untuk mengajarkan dan mengikutinya. Itulah maksud dari perkataan “utang yang dipinjamkan”. ( Dr.Ahmad Farid)

Desember 12, 2008 - Posted by | Teori

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: