Artikel

Anda bisa membaca dan jika ingin copy dipersilahkan

Stress

Stress sendiri bahasanya yang relative komplek. Ada sebagian ahli yang memosisikan sebagai stimulus. Misalnya pada individu yang mempunyai pekerjaan dengan tingkat stress yang tinggi, mereka ini akan merasa tegang dan tidak enak. Pandangan lain menyebutkan stress sebagai respon, yakni memfokuskan pada reaksi individu terhadap stressor.

Selain itu, sebagian ahli mendudukan stress sebagai interaksi antar indivi dengan lingkunga. Pandangan ini menggambarkan stress sebagai suatu proses yang mencakup stress dan strain ( respon baik secara psikis maupun fungsi tubuh terhadap stressor; jadi stressor terhadap lingkungan, sedangkan strain dari individu).

Secara kronologi, Selye mengemukakan tiga fase mekanisme terjadinya stress yang dikenal sebagai General Adaptation Syndrom ( AGS).

Pertama : fase peringatan. Pada fase ini, sistim saraf pusat dibangkitkan danpertahan tubuh dimobilisasi. Stress terjadi ketika individu terus-menerus mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan.

Kedua: fase perlawanan atau adaptasi, tahap ini memobilisasi untuk menentukan lari atau melawan.

Ketiga: tahap keletihan, suatu tahap stress berkelanjutan yang mengakibatkan terganggunya sistem keseimbangan tubuh ( homeostasis).tahap ini menandai mulanya penyakit tertentu yang disebutkannya penyakit adaptasi.

Tips Mengelola stress

  1. seberat apa pun, berusahalah tersenyum.Senyum menjadi sugesti peringan beban; Senyum tulus dapat mencairkan hubungan yang beku, memberi semangat pada orang yang putus asa, membuat cerah suasana muram, obat penenang jiwa yang resah.
  2. Lakukan peregangan dengan olahraga, serta perbanyak puasa sunnah. Keduanya terbukti memicu tubuh menghasilkan endorphin enkefalin, yang mampu memberi rasa bahagia, lega, tenangkan, rileks secara alami.
  3. Jika memungkinkan, jahui sumber stress, tenangkan diri dengan zikir, istigfar, mencari tempat yang tenang, atau melakukan hobi. Jangan memaksakan diri menghadapi stressor ketika diri masih tertekan, karena beban yang ada justru kian terasa berat.
  4. setelah merasa lebih tenang, segera tentukan langkahuntuk menghadapi stress, karena dapat menjadikan jiwa kecut serta lebih suka lari dari kenyataan.


Desember 19, 2008 - Posted by | Stress

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: